Post
soda

Developer(s): Valve
Publisher(s): Valve
Year Released: 2013
Platform(s): PC

NB: Review ini merupakan review dari versi PC

Harus diakui kalau genre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang sekarang ini lagi ngetren di kalangan para gamer memang tidak bisa lepas dari peran game Dota yang pertama kali muncul pada tahun 2003 lalu sebagai sebuah mod dari game Warcraft III. Seiring populernya game tersebut maka pada tahun 2013 Valve ikut meluncurkan Dota 2 sebagai salah satu game eksklusif di Steam secara gratis.

Konsep yang hadir pada Dota 2 ini tidaklah berbeda dengan seri sebelumnya. Dalam sebuah map akan ada 2 kubu yang saling bertarung yaitu pihak Radiant (posisi di kiri bawah) dan Dire (posisi kanan atas). Masing-masing kubu akan berisi 5 pemain dan setiap pemain dapat mengendalikan 1 hero yang dipilihnya.

Tujuan dari game ini sangat simple, masing-masing kubu diharuskan untuk menghancurkan sebuah bangunan utama lawan yang disebut Ancient. Namun, sebelum itu setiap kubu harus terlebih dahulu menghancurkan beberapa bangunan penghalang yang disebut tower agar dapat menuju ke bangunan Ancient tersebut.

Dota 2 merupakan game kompleks yang tidak bisa hanya dikuasai selama 1 atau 2 jam saja oleh pemain baru dan Valve mengetahui hal ini. Tidak seperti game Dota (Warcraft III) yang mengharuskan kita "terjun" langsung untuk mempelajarinya, Valve telah menyiapkan fitur training yang menurut saya sangat bermanfaat untuk para newbie.

Fitur training ini dikemas dengan beberapa campaign menarik dengan durasi waktu yang cukup singkat sehingga para pemain tidak merasa bosan. Beberapa hal penting pun ikut diajarkan melalui training ini seperti menaikkan dan menggunakan skill, last hit, dan juga kombinasi item. Pada campaign terakhir, kalian juga akan diberikan kesempatan untuk mempraktekkan ilmu-ilmu yang sudah diajarkan sebelumnya.


Setelah selesai mempelajari dasar-dasarnya maka kalian dianggap sudah siap untuk memulai permainan yang sesungguhnya. Bagi kalian yang belum pede untuk terjun langsung, jangan khawatir karena Valve juga menyiapkan opsi Bot Match yang tingkat kesulitannya bisa kalian atur mulai dari Passive hingga Unfair.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, kalian nantinya dapat mengendalikan 1 dari total 108 hero yang disediakan. Setiap hero pun dikelompokkan menjadi 3 atribut yaitu Strength, Agility, dan Intelligence.

  • Hero Strength biasa berada di posisi paling depan karena mempunyai hp yang tebal dan oleh sebab itu para pemain sering menyebut hero ini sebagai hero TB (tahan badan).
  • Hero Agility mempunyai peran sebagai hero killer dalam menghabisi pihak lawan.
  • Hero Intelligence sebagai hero dengan kekuatan magic yang tinggi biasanya ditempatkan sebagai support bagi teman-temannya.

Tentu saja posisi dan peran hero tersebut dapat berubah sesuai dengan keinginan para pemain.


Dota 2 sampai saat ini menyediakan 10 game mode untuk para pemainnya yaitu All Pick, Single Draft, Captains Mode, Random Draft, Ability Draft, Least Played, All Random, Limited Heroes, Captains Draft, dan All Random Deathmatch. Pada skema pertandingan eSport, Dota 2 menggunakan Captains Mode sebagai formatnya. Dalam format ini, masing-masing kapten tim secara bergantian akan memilih 5 hero yang akan dihilangkan dan 5 hero yang akan bertanding.

Ada beberapa hal menarik ketika kalian memainkan game MOBA ini seperti hadirnya berbagai macam set equip hero yang bisa kalian dapatkan secara random. Perlu dicatat, equip-equip ini tidak akan mempengaruhi kekuatan dari para hero melainkan hanya berpengaruh pada penampilannya saja. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menjaga keseimbangan dalam permainan maupun untuk menjaga komunitas para gamer Dota 2.

Jika kalian tidak sabar ingin mendapatkan equip maupun item tersebut maka kalian dapat membelinya melalui sebuah toko yang telah disediakan oleh Valve. Selain in-game item, para pemain juga dapat menonton pemain lainnya dengan fitur 'Watch' baik itu pertandingan resmi maupun hanya permainan biasa. Pihak Valve pun secara rutin terus menghadirkan update untuk memperbaiki setiap bug yang ada.


KESIMPULAN: Sudah 500 jam lebih saya habiskan untuk bermain Dota 2 tetapi tidak ada sedikit pun rasa bosan yang saya rasakan. Game ini berhasil membuat saya terus kembali untuk memainkannya. Tidak diragukan lagi kalau Dota 2 memang sebuah game MOBA yang bisa membuat kalian kecanduan. Namun, untuk bisa merasakan kenikmatan dalam bermain game ini, kalian perlu menghabiskan waktu yang cukup lama untuk berlatih layaknya seperti kata pepatah "Practice Makes Perfect."

Score: 9/10 - Recommended

keyword di konten ini

ZeeLGaminG

Comments